Summary:
Identitas, yang dipercaya
sebagai bukti eksistensi seseorang sebenarnya bukanlah sesuatu yang tetap,
tetapi suatu identitas terbentuk dari gabungan identitas-identitas lain,
sehingga menjadikan satu identitas unik dan tidak sama dengan identitas yang
lainnya. Dengan keunikan identitas ini, muncullah politik identitas. Politik
identitas memberi perhatian atas identitas tersebut demi kepentingan klaim
identitas dalam masyarakat dan budaya. Contoh dari politik identitas adalah
pemberian nama oleh orangtua sejak bayi lahir, dengan harapan di masa mendatang
sang bayi akan memiliki kehidupan sesuai dengan nama yang diberikan. Proyek
identitas adalah suatu proses pembentukan identitas diri, berlangsung terus
menerus dan menghubungkan masa lalu, masa kini dan masa depan. Bentuk identitas
yang tradisional runtuh akibat modernitas, tapi dengan adanya modernitas,
semakin banyak pengaruh-pengaruh yang akan membentuk identitas itu sendiri,
dengan ini pembangunan identitas menjadi sebuah proyek, sehingga identitas
adalah sesuatu yang diciptakan dan selalu berada dalam proses.
Makna adalah hasil tindak
artikulasi, dan ditentukan oleh artikulasi juga, karena makna hanya bisa
terjadi dalam konteks, momen, historis, dan wacana-wacana yang spesifik.
Apabila disampaikan dalam konteks, momen, historis, dan wacana yang berbeda,
maka makna akan berbeda pula. Contoh: kata "Gila lu ya..." adalah
rangkaian kata yang sering terdengar dalam pergaulan anak-anak muda. Dalam
keadaan biasa, mendengar kata tersebut adalah hal yang biasa, namun dalam
keadaan serius, kata tersebut akan bermakna suatu penghinaan. Oleh karena itu,
makna menjadi sumber potensial bagi konflik. Banyak konflik yang terjadi karena
kesalahpahaman dalam mengerti makna. Contoh: Roland Emmerich dalam filmnya yang
berjudul 2012, menggambarkan sebuah bangunan berkubah yang runtuh karena
bencana alam. Visual ini muncul di trailer. Pihak MUI melarang film 2012 tayang
di Indonesia karena menyangka bangunan berkubah itu adalah mesjid, namun
sesungguhnya itu adalah bangunan St. Peter Basilica. Terjadi kesalahpahaman
makna disini, mungkin terjadi karena pemahaman MUI yang mengidentifikasikan
semua bangunan berkubah sebagai mesjid.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar