Prototyping adalah sesuatu yang diperlukan untuk melihat hasil produk jadi yang akan dijual. Pada perkuliahan S2CME IDS tanggal 14 Januari 2012, saya mendapat pengetahuan tentang konsep membuat rapid prototyping untuk produk yang akan dijual.
Rapid Prototyping dalam hal ini berhubungan dengan produk yang sifatnya solid dan buatan manusia. Rapid prototyping yang dipelajari ada 2 macam, yang pertama dengan menggunakan papercraft, dan dengan menggunakan teknologi 3d printing. Perbedaan mendasar antara dua teknologi ini adalah: Papercraft dibuat dengan menggunakan keterampilan tangan manusia, sedangkan teknologi 3d printing dikerjakan oleh mesin.
Rapid Prototyping dalam hal ini berhubungan dengan produk yang sifatnya solid dan buatan manusia. Rapid prototyping yang dipelajari ada 2 macam, yang pertama dengan menggunakan papercraft, dan dengan menggunakan teknologi 3d printing. Perbedaan mendasar antara dua teknologi ini adalah: Papercraft dibuat dengan menggunakan keterampilan tangan manusia, sedangkan teknologi 3d printing dikerjakan oleh mesin.
Tank papercraft, courtesy of www.likecool.com
Papercraft seperti namanya adalah sebuah craft (kerajinan) yang dibentuk dengan menggunakan bahan kertas. Karena menggunakan bahan kertas, maka jumlah detail yang dapat dihasilkan tidak bisa terlalu banyak, bentuk papercraft akan terlihat lowpoly dan detail-detail kecil harus dibentuk dengan sistem texturing. Rapid prototyping dengan menggunakan papercraft sangat cocok untuk mendapatkan looks produk yang tidak memerlukan banyak detail, dan tidak memerlukan bahan spesifik karena walaupun dapat mengakali looks seperti batu bata atau besi, papercraft tetap terbuat dari kertas sehingga apabila memerlukan prototype yang lengkap dengan jenis bahan yang digunakan, prototyping dengan papercraft bukan merupakan pilihan yang tepat. Papercraft juga memerlukan waktu yang lebih lama karena proses pembuatannya yang mengandalkan keterampilan tangan manusia. Namun dalam segi biaya, papercraft akan relatif lebih murah ketimbang rapid prototyping dengan menggunakan
teknologi 3d printing.
teknologi 3d printing.
Polyjet technology 3D printer, courtesy of walyou.com
Teknologi 3d printing, terutama polyjet technology, mampu menghasilkan model dari desain yang lebih rumit, lengkap dengan bahan yang lebih bervariasi, dan dapat menciptakan beberapa unit prototype dengan waktu yang jauh lebih cepat daripada papercraft. Untuk biaya menggunakan teknologi 3d printing relatif dari bahan yang digunakan. Semakin banyak bahan yang digunakan, biaya untuk menghasilkan rapid prototyping akan semakin mahal.
Kedua hal ini menjadi pertimbangan bagi para mahasiswa untuk menghasilkan prototype yang dapat dipresentasikan pada waktu ujian, dan pada saat presentasi kepada investor, karena untuk menarik minat investor, contoh produk akhir (prototype) harus sudah ada terlebih dahulu.


