Jumat, 20 Januari 2012

Tugas Creative Industries 14 Januari 2012

Prototyping adalah sesuatu yang diperlukan untuk melihat hasil produk jadi yang akan dijual. Pada perkuliahan S2CME IDS tanggal 14 Januari 2012, saya mendapat pengetahuan tentang konsep membuat rapid prototyping untuk produk yang akan dijual.

Rapid Prototyping dalam hal ini berhubungan dengan produk yang sifatnya solid dan buatan manusia. Rapid prototyping yang dipelajari ada 2 macam, yang pertama dengan menggunakan papercraft, dan dengan menggunakan teknologi 3d printing. Perbedaan mendasar antara dua teknologi ini adalah: Papercraft dibuat dengan menggunakan keterampilan tangan manusia, sedangkan teknologi 3d printing dikerjakan oleh mesin.

Tank papercraft, courtesy of www.likecool.com

Papercraft seperti namanya adalah sebuah craft (kerajinan) yang dibentuk dengan menggunakan bahan kertas. Karena menggunakan bahan kertas, maka jumlah detail yang dapat dihasilkan tidak bisa terlalu banyak, bentuk papercraft akan terlihat lowpoly dan detail-detail kecil harus dibentuk dengan sistem texturing. Rapid prototyping dengan menggunakan papercraft sangat cocok untuk mendapatkan looks produk yang tidak memerlukan banyak detail, dan tidak memerlukan bahan spesifik karena walaupun dapat mengakali looks seperti batu bata atau besi, papercraft tetap terbuat dari kertas sehingga apabila memerlukan prototype yang lengkap dengan jenis bahan yang digunakan, prototyping dengan papercraft bukan merupakan pilihan yang tepat. Papercraft juga memerlukan waktu yang lebih lama karena proses pembuatannya yang mengandalkan keterampilan tangan manusia. Namun dalam segi biaya, papercraft akan relatif lebih murah ketimbang rapid prototyping dengan menggunakan
teknologi 3d printing.

Polyjet technology 3D printer, courtesy of walyou.com


Teknologi 3d printing, terutama polyjet technology, mampu menghasilkan model dari desain yang lebih rumit, lengkap dengan bahan yang lebih bervariasi, dan dapat menciptakan beberapa unit prototype dengan waktu yang jauh lebih cepat daripada papercraft. Untuk biaya menggunakan teknologi 3d printing relatif dari bahan yang digunakan. Semakin banyak bahan yang digunakan, biaya untuk menghasilkan rapid prototyping akan semakin mahal.

Kedua hal ini menjadi pertimbangan bagi para mahasiswa untuk menghasilkan prototype yang dapat dipresentasikan pada waktu ujian, dan pada saat presentasi kepada investor, karena untuk menarik minat investor, contoh produk akhir (prototype) harus sudah ada terlebih dahulu.

Tugas Creative Entrepreneurship 14 Januari 2012

Setelah dijelaskan cara peminjaman modal dari koperasi, saya mendapat penjelasan tentang peminjaman dari pihak bank untuk mendapatkan modal usaha dalam perkuliahan hari sabtu tanggal 14 Januari 2012 kemarin. Penulisan saya berikut ini adalah summary dari perkuliahan tersebut.

Pada awal perkuliahan, dijelaskan bahwa bank merupakan badan usaha. Karena bank adalah badan usaha, maka bank pasti membutuhkan modal untuk menjalankan usahanya, dan mendapatkan keuntungan dari usaha yang dijalaninya. Sedangkan bank seperti yang banyak orang ketahui adalah tempat untuk menabung. Bagaimanakah cara kerja bank, dan apa hubungannya dengan peminjaman modal dari bank? Berikut adalah uraian yang menjelaskan hal tersebut:

Pada saat seorang menjadi nasabah bank, uang nasabah yang disimpan di bank akan menjadi modal bank untuk melakukan usaha. Usaha yang dilakukan bank untuk mendapatkan keuntungan adalah dengan meminjamkan uang tersebut kepada orang-orang yang meminjam kepada bank dengan sejumlah bunga tertentu. Bunga inilah yang akan menjadi keuntungan bagi bank.

Kelihatannya cukup sederhana, namun pada kenyataannya tidak jarang seseorang yang meminjam uang kepada bank gagal untuk mengembalikan pinjaman dan bunga yang wajib dikembalikan kepada bank. Apabila hal itu terjadi, bank memerlukan sesuatu yang menjamin kembalinya uang nasabah yang dipinjam. Oleh karena itu jaminan merupakan sesuatu yang dibutuhkan apabila ingin meminjam uang dari bank, biasanya berupa tanah, rumah, atau mobil. Jaminan inilah yang akan disita oleh bank apabila peminjam tidak sanggup untuk membayar pinjaman.

Materi perkuliahan tentang cara kerja bank memberikan pengetahuan dan pertimbangan-pertimbangan dalam hal mendapatkan modal untuk melakukan start up business.

Tugas Social Studies tentang Teori Hegemoni tanggal 14 Januari 2012

Dalam kuliah Social Studies tanggal 14 Januari ini, saya mendapatkan materi tentang teori hegemony, sebuah teori tentang pencampuran yang disepakati antara dua elemen yang berlawanan dan dilihat dari berbagai macam sisi.

Teori Hegemoni sendiri pada dasarnya berasal dari konflik antara dua elemen yang saling berlawanan, salah satu elemen akan lebih dominan daripada yang lain, misalnya antara middle class dengan working class, incorporation dan resistence, above dan below, dsb. Kedua elemen ini bernegosiasi untuk mencapai satu titik temu yaitu stabilitas sosial. Inti dari Teori Hegemoni adalah negosiasi untuk mencapai stabilitas sosial.

Tugas kali ini saya diminta untuk membahas sebuah fenomena dari teori hegemoni pada kemasan produk rokok terkenal Marlboro dengan sebuah tiruan dari rokok tersebut:

Brand Marlboro sendiri sudah mempunyai reputasi yang kuat, dan adalah sebuah brand yang berasal dari luar Indonesia dengan ini saya mengidentifikasi Marlboro sebagai pihak yang dominan. Brand rokok lain yang berasal dari Indonesia, tidak dominan dan tidak memiliki reputasi sekuat Marlboro tetapi ingin menjadi lebih dominan dan mendekati reputasi Marlboro. Kekuatan Brand Marlboro sendiri terletak pada elemen-elemen desain seperti warna, bentuk, komposisi, dan font. Berdasarkan hal ini, maka pemilik brand lain itu membuat sebuah desain yang mirip dengan Marlboro, seolah-olah itu adalah Marlboro, tapi dengan melakukan negosiasi perubahan-perubahan kecil yang membuat brand tersebut juga bukan Marlboro. Tujuannya seperti yang dituliskan diatas tidak lain adalah untuk mendekati reputasi Marlboro.


Dari gambar yang dilampirkan, terlihat beberapa penyesuaian dari "Brand lain" ini agar terlihat seperti Marlboro, tapi bukan Marlboro. Agar terlihat seperti marlboro, "Brand lain" ini menggunakan nama yang mirip, dan layout kemasan yang identik. Negosiasi penyesuaian terjadi pada elemen-elemen yang ada di layout tersebut. Negosiasi tersebut adalah sebagai berikut:

1. Nama: Agar mirip dengan Marlboro, brand ini menggunakan nama yang mirip dengan Marlboro, yaitu Malioboro. Tentunya hal ini dipengaruhi oleh nama populer sebuah kota di yogyakarta, dan kebetulan namanya mirip. Walaupun demikian

2. Font: Malioboro menggunakan font yang sama dengan Marlboro tetapi menebalkan sedikit sebagai negosiasi agar secara font masih ada perbedaan

3. Bentuk: Dari siluet yang terbentuk karena pertemuan warna merah dan putih, terlihatlah sebuah bentuk piramid pada kemasan rokok Marlboro. Piramid sendiri identik dengan Mesir, oleh karena itu, sebagai negosiasi, bentuk pertemuan warna merah putih pada kemasan Malioboro diubah menjadi siluet sebuah stupa candi agar lebih terlihat lebih Indonesia. Malioboro juga menambahkan sebuah garis hitam untuk menambah perbedaan.

4. Logo di tengah kemasan marlboro dengan malioboro berbeda, namun keduanya masih memiliki elemen lingkaran. Walaupun begitu, elemen lingkaran ini tidak sama, Marlboro menggunakan lingkaran merah, Malioboro menggunakan lingkaran kuning dengan gambar bola dunia.

5. Garis merah di bagian dasar kemasan. Malioboro menggunakan blok merah yang sampai pada dasar kemasan, sedangkan garis merah Marlboro tidak sampai pada bagian dasar kemasan.

6. Tulisan di bagian atas kemasan dan bagian bawah, Marlboro menggunakan Filter Cigarettes dan 20 class a cigarettes di bagian bawah, namun Malioboro menggunakan Cahaya Utama utama di bagian atas kemasan dan 12 sigaret kretek pada bagian bawah. Tulisan diatas mengartikan dua hal yang berbeda, tetapi tulisan di bawah mengartikan hal yang kurang lebih sama sama (disamping jumlah sigaret yang berbeda untuk setiap kemasan).

Ada 6 perbedaan kecil yang membedakan brand lokal Malioboro dengan Marlboro. Terlihat dengan jelas bahwa Malioboro mencoba untuk bernegosiasi dengan pihak dominan yaitu Marlboro dengan tujuan untuk mendapatkan kelas produk yang lebih tinggi.

Jumat, 13 Januari 2012

Tugas Perkuliahan Research Methodology 7 Januari 2012

Berikut adalah Summary perkuliahan Research Methodology tanggal 7 Januari 2012 dengan dosen Bapak Heri Susilo tentang Marketing Plan.


                Kunci Keberhasilan dalam kesuksesan KFC adalah melakukan riset dengan baik, dan inovasi secara terus menerus dalam segi produk, pelayanan, kecepatan, dan kepuasan konsumen.
                Riset yang utama meliputi produk yang dijual, target market dan strategi marketing.
                Produk sangat berhubungan dengan target market, seperti misalnya layak atau tidaknya produk tersebut untuk dijual kepada target market, seberapa besar keinginan target market akan produk tersebut, apakah market akan kembali untuk membeli produk tersebut di masa mendatang, lalu di faktor kesesuaian harga dengan daya beli target market, peru diperhatikan berapa harga produksinya, dan berapa harga jualnya, sebagai contoh: tidak tepat apabila menjual makanan dengan harga 50 ribu rupiah untuk satu porsi kepada masyarakat kelas menengah kebawah. Selain itu masih ada faktor lain yang berhubungan dengan inovasi seperti umur produk, dan varian dari produk itu sendiri.
                Target Market menentukan dimana lokasi yang paling efektif untuk menjalankan usaha, bentuk presentasi visual termasuk bentuk kemasan, dan harga jual. Sebuah kota terdiri dari bagian-bagian yang mayoritas dihuni oleh penduduk kelas menengah keatas dan menengah kebawah, dan ada daerah-daerah tertentu yang dilewati oleh penduduk menengah keatas dan menengah kebawah. Data-data ini dapat membantu menentukan lokasi strategis untuk membangun tempat usaha (dalam kasus ini restoran KFC). Bentuk presentasi visual berhubungan langsung dengan bentuk kemasan dan logo branding. Harga jual seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya, tidak mungkin target market dengan kemampuan ekonomi menengah kebawah membeli makanan dengan harga untuk menengah keatas.
                Strategi marketing adalah bagaimana cara menarik customer untuk membeli sebuah produk. Apakah dengan pelayanan yang unik? apakah dengan harga yang lebih murah? apakah dengan paket-paket menarik seperti diskon pada jam-jam tertentu, atau beli satu dapat dua? Banyak cara yang dapat digunakan agar sebuah produk dapat laku terjual. Strategi marketing yang tepat adalah kunci yang paling menentukan untuk keberhasilan sebuah produk.
                Inovasi secara terus menerus juga merupakan tindakan untuk mempertahankan sebuah brand untuk tetap exist. Suatu produk yang dimiliki oleh sebuah brand memiliki umur tertentu, oleh karena itu sebuah brand tidak boleh bertahan dengan satu produk saja. Inovasi tidak harus berbentuk produk baru, dalam bentuk pelayanan juga dapat membentuk sebuah inovasi.

Tugas S2 Creative Industries Tanggal 7 Januari 2012


Berikut adalah summary untuk perkuliahan Creative Industries tanggal 7 Januari 2012 dengan dosen Bapak Firmansyah Saftari tentang Ergonomic Interface Design.

Summary berbentuk file dokumen yang dapat diunduh di link berikut ini:
http://www.mediafire.com/?vnfcd83b8kbsnjw

Tugas perkuliahan S2 Social Studies tanggal 7 Januari 2012

Berikut adalah summary untuk perkuliahan Bapak Seno Gumira tentang Social Study: Politik Identitas


Summary:

                Identitas, yang dipercaya sebagai bukti eksistensi seseorang sebenarnya bukanlah sesuatu yang tetap, tetapi suatu identitas terbentuk dari gabungan identitas-identitas lain, sehingga menjadikan satu identitas unik dan tidak sama dengan identitas yang lainnya. Dengan keunikan identitas ini, muncullah politik identitas. Politik identitas memberi perhatian atas identitas tersebut demi kepentingan klaim identitas dalam masyarakat dan budaya. Contoh dari politik identitas adalah pemberian nama oleh orangtua sejak bayi lahir, dengan harapan di masa mendatang sang bayi akan memiliki kehidupan sesuai dengan nama yang diberikan. Proyek identitas adalah suatu proses pembentukan identitas diri, berlangsung terus menerus dan menghubungkan masa lalu, masa kini dan masa depan. Bentuk identitas yang tradisional runtuh akibat modernitas, tapi dengan adanya modernitas, semakin banyak pengaruh-pengaruh yang akan membentuk identitas itu sendiri, dengan ini pembangunan identitas menjadi sebuah proyek, sehingga identitas adalah sesuatu yang diciptakan dan selalu berada dalam proses.

                Makna adalah hasil tindak artikulasi, dan ditentukan oleh artikulasi juga, karena makna hanya bisa terjadi dalam konteks, momen, historis, dan wacana-wacana yang spesifik. Apabila disampaikan dalam konteks, momen, historis, dan wacana yang berbeda, maka makna akan berbeda pula. Contoh: kata "Gila lu ya..." adalah rangkaian kata yang sering terdengar dalam pergaulan anak-anak muda. Dalam keadaan biasa, mendengar kata tersebut adalah hal yang biasa, namun dalam keadaan serius, kata tersebut akan bermakna suatu penghinaan. Oleh karena itu, makna menjadi sumber potensial bagi konflik. Banyak konflik yang terjadi karena kesalahpahaman dalam mengerti makna. Contoh: Roland Emmerich dalam filmnya yang berjudul 2012, menggambarkan sebuah bangunan berkubah yang runtuh karena bencana alam. Visual ini muncul di trailer. Pihak MUI melarang film 2012 tayang di Indonesia karena menyangka bangunan berkubah itu adalah mesjid, namun sesungguhnya itu adalah bangunan St. Peter Basilica. Terjadi kesalahpahaman makna disini, mungkin terjadi karena pemahaman MUI yang mengidentifikasikan semua bangunan berkubah sebagai mesjid.

Tugas perkuliahan S2 Creative Entrepreneurship tanggal 7 Januari 2012

Berikut adalah summary untuk tugas perkuliahan S2 creative entrepreneurship tentang Koperasi, dengan dosen Bapak Dicky Darwis.


Summary:

                Untuk memulai sebuah usaha, ada berbagai macam cara. Apapun cara yang dipilih, hampir semua usaha memerlukan modal. Ada beberapa pilihan untuk mendapatkan modal, salah satunya adalah dengan meminjam dengan koperasi.

                Keunggulan meminjam modal dengan koperasi adalah syarat yang lebih ringan dibandingkan dengan meminjam kepada bank. Apabila melalui bank, ada jaminan yang harus diajukan sebagai syarat selain syarat standar, sedangkan koperasi tidak memerlukan jaminan, yang dibutuhkan selain syarat standar adalah kepercayaan. Sebagai referensi, jaminan yang dibutuhkan oleh bank dapat berupa mobil, rumah, atau apapun yang senilai dengan jumlah pinjaman. Tentu saja, hubungan syarat dengan jumlah pinjaman menjadi suatu hal yang perlu diperhatikan. Meminjam dengan bank memiliki resiko yang besar, namun dapat meminjam dengan jumlah yang besar juga. Sebanding dengan hal tersebut, meminjam dengan koperasi memiliki resiko yang lebih kecil karena menggunakan sistem kepercayaan sebagai syarat meminjam, namun dalam segi jumlah pinjaman tidak bisa sebanyak meminjam dengan bank.

                Kepercayaan sebagai syarat meminjam modal kepada koperasi terlihat dari reputasi. Tentu saja seorang anggota baru atau yang tidak memiliki reputasi, tidak bisa meminjam dengan jumlah besar. Reputasi dapat dibangun dengan meminjam dengan jumlah kecil, lalu mengembalikan tepat waktu. Apabila hal ini sering dilakukan, maka reputasi seorang anggota dapat meningkat dan jumlah pinjaman yang diberikan oleh koperasi bisa menjadi lebih besar.