Minggu, 26 Februari 2012

Strategic Marketing untuk Film Animasi

Film Animasi pada hakikatnya sama dengan produk lain, bila tidak dipasarkan dengan tepat, maka produk tersebut tidak akan terjual dengan baik. Jangankan terjual, mungkin diketahui oleh target market saja mungkin belum tentu. Oleh karena itu, si pencipta karya film animasi harus dapat dengan pintar merencanakan strategi marketing untuk menyampaikan hasil karyanya kepada market.

Strategi marketing berbicara tentang bagaimana caranya membawa produk kepada market. Sedangkan market itu sangatlah luas, market terdiri dari berbagai segmentasi, dengan kebutuhan yang berbeda-beda, dan perilaku yang berbeda-beda pula. Tidak ada istilah produk A pasti berhasil, produk B pasti gagal, dan sebagainya, keberhasilan dan kegagalan ditentukan oleh strategi marketing. Strategi marketing sendiri terdiri dari STP (Segmentation, Targeting and Positioning), dan 4P (Price, Product, Place, Promotion)

Segmentation, Targeting and Positioning

Segmentation (segmentasi) adalah pembagian pasar berdasarkan kelas ekonominya. Terdapat beberapa kelas seperti golongan atas (kelas A), menengah atas (kelas AB), menengah (kelas B) dan ekonomi rendah (kelas C). Selain itu segmentasi dapat ditentukan dari segi usia, misalnya anak-anak, remaja, dan dewasa. Menentukan segmentasi sangatlah penting untuk mencari gaya visual yang tepat untuk menarik segmentasi pasar yang ditentukan. Sebagai contoh, film animasi Pocoyo memiliki segmentasi pasar untuk anak-anak, sedangkan animasi Naruto bersegmentasi pasar remaja, dan animasi Gantz berada dalam segmentasi pasar untuk dewasa. Dari segi gaya visual, segmentasi pasar sangat menentukan tipe bentuk, warna dan tema dari konten animasi tersebut.


Targeting lebih mengarah pada tempat, dimanakah sebuah produk harus ditempatkan, agar produk tersebut bertemu dengan segmentasi pasar yang benar. Contoh untuk sebuah produk: Komputer. Apabila kita mempunyai sebuah produk yang berhubungan dengan perangkat komputer, Mal Mangga Dua adalah tempat terbaik untuk membuka outlet, karena Mal Mangga Dua merupakan pusat perangkat komputer di Jakarta. Apabila produk berupa karya animasi, targeting akan menyesuaikan dengan tempat dimana konten animasi tersebut disiarkan. Seperti kita ketahui, stasiun TV di indonesia memiliki karakteristik acara tersendiri, misalnya MetroTV lebih difokuskan untuk berita, GlobalTV untuk remaja, SCTV lebih fokus di acara sinetron, dan sebagainya. Tidak efektif menempatkan film animasi pada stasiun TV yang mayoritas penontonnya tidak menonton animasi.

Positioning merupakan langkah yang penting, positioning berbicara tentang dimana produk ini berada dalam pemikiran customer yang dibidik. Positioning juga membicarakan tentang keunikan sebuah produk, apa yang dimiliki produk ini, sementara produk lain tidak? Apa yang dirasakan customer apabila menggunakan produk ini?

Price, Product, Place, Promotion

Price adalah harga, pemasukan bagi penjual produk, biaya yang harus dikeluarkan bagi customer. Perlu diperhatikan bahwa harga akan sangat tergantung dengan segmentasi pasar yang ditentukan. Tidak mungkin menjual makanan dengan harga 40 ribu kepada segmentasi pasar kelas C, dan segmentasi pasar kelas A tidak akan mau membeli makanan seharga 8 ribu. Apabila sebuah produk telah ada di pasar, tentunya sudah ada harga yang menjadi standar. Hendaknya harga yang ditentukan tidak jauh dari harga yang sudah menjadi standar, variasi mahal murah dari harga standar dapat ditentukan dari nilai plus minus yang dimiliki oleh produk tersebut. Seperti pada film bioskop, harga tiket film 3D tentunya lebih mahal daripada yang 2D karena kelebihan yang dijual pada fitur 3D.

Product adalah barang dagangan itu sendiri. Untuk bisa berhasil, tentunya product harus sesuatu yang diinginkan dan diperlukan oleh customer. Tentunya untuk dapat membaca apa yang diinginkan dan diperlukan oleh customer memerlukan riset tersendiri.

Place adalah tempat untuk menjual produk tersebut agar sampai ke tangan customer. Place sangat berhubungan dengan kemudahan customer. Bayangkan saja apabila seseorang ingin membeli ponsel, ia harus pergi ke luar kota untuk membelinya. Tentunya akan sangat menyusahkan bagi si customer, dan ini menjadi sebuah nilai minus di benak sang customer. Walaupun demikian, faktor place untuk film animasi lebih berpengaruh pada terjangkau gelombang siaran TV tersebut atau tidak, karena sifatnya adalah broadcast.


Promotion. Inilah bagaimana produk tersebut membangun awareness di benak para customer, bagaimana si pemilik produk mengkomunikasikan eksistensi mereka kepada customer. Apakah dengan menjalankan kampanye yang berhubungan dengan film tersebut di setiap billboard yang ada di jalan raya? Apakah dengan membangun replika robot besar berukuran 1:1 di tengah kota sehingga semua orang yang lewat jalan tersebut menjadi aware akan produk kita?

Gundam berukuran 1:1 di Odaiba, Tokyo. Courtesy of wannagotojapan.com


Animasi di Indonesia

Semut Wars, Animation by Spinner Somnium Studio, created by Johanes Baptista Permadi

Animasi merupakan jenis entertainment yang dapat dinikmati oleh siapa saja, baik tua, muda, pria, dan wanita. Oleh karena proses yang rumit dan memerlukan biaya besar, animasi menjadi sebuah komoditi yang hanya dapat diproduksi oleh perusahaan kaya dan memiliki modal besar.

Seiring dengan berkembangnya teknologi, proses pembuatan animasi menjadi lebih mudah, lebih cepat dan semakin murah. Sekarang ini, siapa saja yang memiliki sebuah unit komputer dan perangkat lunak yang tepat sudah bisa membuat animasi sendiri, bahkan di berbagai tempat di pulau Jawa ada tempat-tempat kursus untuk mempelajari dan menguasai teknik-teknik dan kemampuan yang diperlukan untuk membuat animasi.

Ada perangkat, ada tempat pelatihan, namun mengapa Indonesia belum bisa membuat sebuah animasi yang sukses? Seringkali yang terjadi adalah para animator membuat karya tanpa memikirkan cash flow yang sebenarnya sangat penting untuk memastikan kelangsungan hidup baik proyek animasi tersebut dan animatornya.

Untuk sebuah produk animasi, cash flow yang ideal adalah dengan melisensikan produk animasi tersebut. Dimana lisensi ini berarti si pembuat akan mendapatkan royalti setiap kali produk animasinya ditayangkan oleh stasiun TV. Namun yang terjadi di Indonesia adalah stasiun TV membeli hak siar produk animasi tersebut secara putus, ini berarti pihak stasiun TV hanya perlu membayar satu kali kepada si pencipta karya, tetapi stasiun TV dapat menayangkan karya tersebut berulang-ulang dan tetap mendapatkan keuntungan dari iklan setiap kali karya tersebut ditayangkan. Sedangkan si pembuat karya hanya dapat gigit jari saja, karena hak siar atas karya tersebut sudah tidak lagi dimiliki oleh si pencipta karya.

Disamping pembelian hak siar secara putus, pihak stasiun TV biasanya membeli hak siar tersebut dengan harga yang tidak masuk akal. Pembelian hak siar tidak sebanding dengan cost yang dikeluarkan untuk memproduksi animasi tersebut. Bayangkan apa yang terjadi apabila sebuah film animasi berdurasi 25 menit membutuhkan biaya 100 juta rupiah setiap episode untuk diproduksi, namun pihak stasiun TV hanya mau membeli maksimal 20 juta rupiah untuk setiap episodenya? Jalan satu-satunya untuk mendapatkan keuntungan adalah dengan menjual karya tersebut ke stasiun TV lainnya, namun karena hak siar sudah dibeli secara putus, maka sang pencipta karya tersebut sudah tidak memiliki hak siar untuk dijual ke stasiun TV lain.


Merchandise Kamen Rider Blade, courtesy of www.1999.co.jp
Siasat lain yang dapat dilakukan adalah dengan menjual merchandise, karena pihak stasiun TV hanya membeli hak siar (bukan hak cipta) atas karya tersebut, sang pencipta karya masih dapat membuat karya tersebut dengan bentuk lain. Contohnya sang pencipta karya tersebut masih dapat membuat mainan, pakaian dan apapun yang menggunakan karakter dari karyanya, dan mendapatkan keuntungan atas penjualan merchandise tersebut.






Namun yang perlu diperhatikan adalah jangan sampai hak cipta atas karya tersebut berpindah kepada pihak lain, apabila hak cipta sudah tidak dimiliki lagi, maka sang pencipta karya tersebut sudah tidak berhak lagi untuk menciptakan apapun yang berhubungan dengan karya tersebut.

Jumat, 20 Januari 2012

Tugas Creative Industries 14 Januari 2012

Prototyping adalah sesuatu yang diperlukan untuk melihat hasil produk jadi yang akan dijual. Pada perkuliahan S2CME IDS tanggal 14 Januari 2012, saya mendapat pengetahuan tentang konsep membuat rapid prototyping untuk produk yang akan dijual.

Rapid Prototyping dalam hal ini berhubungan dengan produk yang sifatnya solid dan buatan manusia. Rapid prototyping yang dipelajari ada 2 macam, yang pertama dengan menggunakan papercraft, dan dengan menggunakan teknologi 3d printing. Perbedaan mendasar antara dua teknologi ini adalah: Papercraft dibuat dengan menggunakan keterampilan tangan manusia, sedangkan teknologi 3d printing dikerjakan oleh mesin.

Tank papercraft, courtesy of www.likecool.com

Papercraft seperti namanya adalah sebuah craft (kerajinan) yang dibentuk dengan menggunakan bahan kertas. Karena menggunakan bahan kertas, maka jumlah detail yang dapat dihasilkan tidak bisa terlalu banyak, bentuk papercraft akan terlihat lowpoly dan detail-detail kecil harus dibentuk dengan sistem texturing. Rapid prototyping dengan menggunakan papercraft sangat cocok untuk mendapatkan looks produk yang tidak memerlukan banyak detail, dan tidak memerlukan bahan spesifik karena walaupun dapat mengakali looks seperti batu bata atau besi, papercraft tetap terbuat dari kertas sehingga apabila memerlukan prototype yang lengkap dengan jenis bahan yang digunakan, prototyping dengan papercraft bukan merupakan pilihan yang tepat. Papercraft juga memerlukan waktu yang lebih lama karena proses pembuatannya yang mengandalkan keterampilan tangan manusia. Namun dalam segi biaya, papercraft akan relatif lebih murah ketimbang rapid prototyping dengan menggunakan
teknologi 3d printing.

Polyjet technology 3D printer, courtesy of walyou.com


Teknologi 3d printing, terutama polyjet technology, mampu menghasilkan model dari desain yang lebih rumit, lengkap dengan bahan yang lebih bervariasi, dan dapat menciptakan beberapa unit prototype dengan waktu yang jauh lebih cepat daripada papercraft. Untuk biaya menggunakan teknologi 3d printing relatif dari bahan yang digunakan. Semakin banyak bahan yang digunakan, biaya untuk menghasilkan rapid prototyping akan semakin mahal.

Kedua hal ini menjadi pertimbangan bagi para mahasiswa untuk menghasilkan prototype yang dapat dipresentasikan pada waktu ujian, dan pada saat presentasi kepada investor, karena untuk menarik minat investor, contoh produk akhir (prototype) harus sudah ada terlebih dahulu.

Tugas Creative Entrepreneurship 14 Januari 2012

Setelah dijelaskan cara peminjaman modal dari koperasi, saya mendapat penjelasan tentang peminjaman dari pihak bank untuk mendapatkan modal usaha dalam perkuliahan hari sabtu tanggal 14 Januari 2012 kemarin. Penulisan saya berikut ini adalah summary dari perkuliahan tersebut.

Pada awal perkuliahan, dijelaskan bahwa bank merupakan badan usaha. Karena bank adalah badan usaha, maka bank pasti membutuhkan modal untuk menjalankan usahanya, dan mendapatkan keuntungan dari usaha yang dijalaninya. Sedangkan bank seperti yang banyak orang ketahui adalah tempat untuk menabung. Bagaimanakah cara kerja bank, dan apa hubungannya dengan peminjaman modal dari bank? Berikut adalah uraian yang menjelaskan hal tersebut:

Pada saat seorang menjadi nasabah bank, uang nasabah yang disimpan di bank akan menjadi modal bank untuk melakukan usaha. Usaha yang dilakukan bank untuk mendapatkan keuntungan adalah dengan meminjamkan uang tersebut kepada orang-orang yang meminjam kepada bank dengan sejumlah bunga tertentu. Bunga inilah yang akan menjadi keuntungan bagi bank.

Kelihatannya cukup sederhana, namun pada kenyataannya tidak jarang seseorang yang meminjam uang kepada bank gagal untuk mengembalikan pinjaman dan bunga yang wajib dikembalikan kepada bank. Apabila hal itu terjadi, bank memerlukan sesuatu yang menjamin kembalinya uang nasabah yang dipinjam. Oleh karena itu jaminan merupakan sesuatu yang dibutuhkan apabila ingin meminjam uang dari bank, biasanya berupa tanah, rumah, atau mobil. Jaminan inilah yang akan disita oleh bank apabila peminjam tidak sanggup untuk membayar pinjaman.

Materi perkuliahan tentang cara kerja bank memberikan pengetahuan dan pertimbangan-pertimbangan dalam hal mendapatkan modal untuk melakukan start up business.

Tugas Social Studies tentang Teori Hegemoni tanggal 14 Januari 2012

Dalam kuliah Social Studies tanggal 14 Januari ini, saya mendapatkan materi tentang teori hegemony, sebuah teori tentang pencampuran yang disepakati antara dua elemen yang berlawanan dan dilihat dari berbagai macam sisi.

Teori Hegemoni sendiri pada dasarnya berasal dari konflik antara dua elemen yang saling berlawanan, salah satu elemen akan lebih dominan daripada yang lain, misalnya antara middle class dengan working class, incorporation dan resistence, above dan below, dsb. Kedua elemen ini bernegosiasi untuk mencapai satu titik temu yaitu stabilitas sosial. Inti dari Teori Hegemoni adalah negosiasi untuk mencapai stabilitas sosial.

Tugas kali ini saya diminta untuk membahas sebuah fenomena dari teori hegemoni pada kemasan produk rokok terkenal Marlboro dengan sebuah tiruan dari rokok tersebut:

Brand Marlboro sendiri sudah mempunyai reputasi yang kuat, dan adalah sebuah brand yang berasal dari luar Indonesia dengan ini saya mengidentifikasi Marlboro sebagai pihak yang dominan. Brand rokok lain yang berasal dari Indonesia, tidak dominan dan tidak memiliki reputasi sekuat Marlboro tetapi ingin menjadi lebih dominan dan mendekati reputasi Marlboro. Kekuatan Brand Marlboro sendiri terletak pada elemen-elemen desain seperti warna, bentuk, komposisi, dan font. Berdasarkan hal ini, maka pemilik brand lain itu membuat sebuah desain yang mirip dengan Marlboro, seolah-olah itu adalah Marlboro, tapi dengan melakukan negosiasi perubahan-perubahan kecil yang membuat brand tersebut juga bukan Marlboro. Tujuannya seperti yang dituliskan diatas tidak lain adalah untuk mendekati reputasi Marlboro.


Dari gambar yang dilampirkan, terlihat beberapa penyesuaian dari "Brand lain" ini agar terlihat seperti Marlboro, tapi bukan Marlboro. Agar terlihat seperti marlboro, "Brand lain" ini menggunakan nama yang mirip, dan layout kemasan yang identik. Negosiasi penyesuaian terjadi pada elemen-elemen yang ada di layout tersebut. Negosiasi tersebut adalah sebagai berikut:

1. Nama: Agar mirip dengan Marlboro, brand ini menggunakan nama yang mirip dengan Marlboro, yaitu Malioboro. Tentunya hal ini dipengaruhi oleh nama populer sebuah kota di yogyakarta, dan kebetulan namanya mirip. Walaupun demikian

2. Font: Malioboro menggunakan font yang sama dengan Marlboro tetapi menebalkan sedikit sebagai negosiasi agar secara font masih ada perbedaan

3. Bentuk: Dari siluet yang terbentuk karena pertemuan warna merah dan putih, terlihatlah sebuah bentuk piramid pada kemasan rokok Marlboro. Piramid sendiri identik dengan Mesir, oleh karena itu, sebagai negosiasi, bentuk pertemuan warna merah putih pada kemasan Malioboro diubah menjadi siluet sebuah stupa candi agar lebih terlihat lebih Indonesia. Malioboro juga menambahkan sebuah garis hitam untuk menambah perbedaan.

4. Logo di tengah kemasan marlboro dengan malioboro berbeda, namun keduanya masih memiliki elemen lingkaran. Walaupun begitu, elemen lingkaran ini tidak sama, Marlboro menggunakan lingkaran merah, Malioboro menggunakan lingkaran kuning dengan gambar bola dunia.

5. Garis merah di bagian dasar kemasan. Malioboro menggunakan blok merah yang sampai pada dasar kemasan, sedangkan garis merah Marlboro tidak sampai pada bagian dasar kemasan.

6. Tulisan di bagian atas kemasan dan bagian bawah, Marlboro menggunakan Filter Cigarettes dan 20 class a cigarettes di bagian bawah, namun Malioboro menggunakan Cahaya Utama utama di bagian atas kemasan dan 12 sigaret kretek pada bagian bawah. Tulisan diatas mengartikan dua hal yang berbeda, tetapi tulisan di bawah mengartikan hal yang kurang lebih sama sama (disamping jumlah sigaret yang berbeda untuk setiap kemasan).

Ada 6 perbedaan kecil yang membedakan brand lokal Malioboro dengan Marlboro. Terlihat dengan jelas bahwa Malioboro mencoba untuk bernegosiasi dengan pihak dominan yaitu Marlboro dengan tujuan untuk mendapatkan kelas produk yang lebih tinggi.

Jumat, 13 Januari 2012

Tugas Perkuliahan Research Methodology 7 Januari 2012

Berikut adalah Summary perkuliahan Research Methodology tanggal 7 Januari 2012 dengan dosen Bapak Heri Susilo tentang Marketing Plan.


                Kunci Keberhasilan dalam kesuksesan KFC adalah melakukan riset dengan baik, dan inovasi secara terus menerus dalam segi produk, pelayanan, kecepatan, dan kepuasan konsumen.
                Riset yang utama meliputi produk yang dijual, target market dan strategi marketing.
                Produk sangat berhubungan dengan target market, seperti misalnya layak atau tidaknya produk tersebut untuk dijual kepada target market, seberapa besar keinginan target market akan produk tersebut, apakah market akan kembali untuk membeli produk tersebut di masa mendatang, lalu di faktor kesesuaian harga dengan daya beli target market, peru diperhatikan berapa harga produksinya, dan berapa harga jualnya, sebagai contoh: tidak tepat apabila menjual makanan dengan harga 50 ribu rupiah untuk satu porsi kepada masyarakat kelas menengah kebawah. Selain itu masih ada faktor lain yang berhubungan dengan inovasi seperti umur produk, dan varian dari produk itu sendiri.
                Target Market menentukan dimana lokasi yang paling efektif untuk menjalankan usaha, bentuk presentasi visual termasuk bentuk kemasan, dan harga jual. Sebuah kota terdiri dari bagian-bagian yang mayoritas dihuni oleh penduduk kelas menengah keatas dan menengah kebawah, dan ada daerah-daerah tertentu yang dilewati oleh penduduk menengah keatas dan menengah kebawah. Data-data ini dapat membantu menentukan lokasi strategis untuk membangun tempat usaha (dalam kasus ini restoran KFC). Bentuk presentasi visual berhubungan langsung dengan bentuk kemasan dan logo branding. Harga jual seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya, tidak mungkin target market dengan kemampuan ekonomi menengah kebawah membeli makanan dengan harga untuk menengah keatas.
                Strategi marketing adalah bagaimana cara menarik customer untuk membeli sebuah produk. Apakah dengan pelayanan yang unik? apakah dengan harga yang lebih murah? apakah dengan paket-paket menarik seperti diskon pada jam-jam tertentu, atau beli satu dapat dua? Banyak cara yang dapat digunakan agar sebuah produk dapat laku terjual. Strategi marketing yang tepat adalah kunci yang paling menentukan untuk keberhasilan sebuah produk.
                Inovasi secara terus menerus juga merupakan tindakan untuk mempertahankan sebuah brand untuk tetap exist. Suatu produk yang dimiliki oleh sebuah brand memiliki umur tertentu, oleh karena itu sebuah brand tidak boleh bertahan dengan satu produk saja. Inovasi tidak harus berbentuk produk baru, dalam bentuk pelayanan juga dapat membentuk sebuah inovasi.

Tugas S2 Creative Industries Tanggal 7 Januari 2012


Berikut adalah summary untuk perkuliahan Creative Industries tanggal 7 Januari 2012 dengan dosen Bapak Firmansyah Saftari tentang Ergonomic Interface Design.

Summary berbentuk file dokumen yang dapat diunduh di link berikut ini:
http://www.mediafire.com/?vnfcd83b8kbsnjw